Hidup Yang Diperbaharui

Integrity Magazine Edisi 35

Editor's Note

Shalom,

Zakheus. Simon Petrus. Paulus. Perempuan Samaria. Banyak contoh orang yang kehidupannya diubahkan drastis setelah bertemu Yesus.

Sudahkah kita bertemu dengan Tuhan Yesus dan dijamah oleh-Nya, dan mengalami perubahan hidup?

Seorang filsuf terkenal Henry David Thoreau pernah berkata, "Things do not change; we change (Bukan hal-hal yang berubah, kitalah yang berubah)." Tetapi, karakter dasar kita sangat sulit berubah. Apalagi dengan cara-cara manusia. Bahkan ada peribahasa yang berkata bahwa gunung bisa beranjak, tetapi karakter manusia itu susah berubah. Egois. Pemalas. Pembohong. Suka menyalahkan orang lain. Sombong. Dan lain-lain.

Berbagai cara kita lakukan agar memiliki karakter yang baru. Tetapi hidup kita tidak mudah diubah. Hanya di dalam Yesus sajalah, ketika kita bertemu dengan-Nya (dijamah/ditangkap/dipilih oleh-Nya) barulah kita benar-benar berubah. "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor. 5:17). "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus" (Flp. 1:6).

Dalam edisi ini, tema utamanya adalah HIDUP YANG DIPERBAHARUI. Karena hampir tidak ada seorang pun yang setelah bertemu Tuhan Yesus dan dijamah oleh-Nya, yang hidupnya tidak diubahkan atau diperbaharui. Setiap kita yang bertemu dengan Tuhan Yesus, hidup kita pasti diubahkan-Nya! Kita menerima pertolongan-Nya. Merasakan kebaikan-Nya. Kita mengalami kasih setia-Nya.

Kita yang percaya dan mengikut Tuhan Yesus bertahun-tahun, sudahkah kita mengalami perubahan yang baik dan signifikan? Atau, apakah masih seperti kehidupan manusia lama kita? Kiranya kita tetap berada dalam hidup yang diperbaharui.