Jalan Menuju Keselamatan

Integrity Magazine Edisi 34

Editor's Note

Shalom,

Masih ingatkah kita pertama kali ketika mengenal Tuhan Yesus, bertobat, dan percaya pada-Nya? Kita begitu bergairah & sangat ingin berdoa, memuji, menyembah Dia, bergabung dalam komunitas gereja, dan membaca Alkitab tiap hari, serta menjaga hidup kita dengan baik. Apakah kita masih dalam kondisi seperti itu?

Perhatikan cara kita hidup, sebab tidak banyak orang yang tetap mengerjakan keselamatan yang telah mereka terima. "Karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar" (Filipi 2:12).

Semua proses kehidupan yang kita alami adalah untuk mendewasakan kerohanian kita supaya serupa dengan Kristus. Mungkin kita tengah berada dalam proses untuk meremukkan kesombongan ataupun kekerasan hati kita. Janganlah melarikan diri. Mintalah pertolongan Roh Kudus agar memampukan kita menghadapi proses itu.

Jika kita menjaga hati kita, menuruti perintah-Nya, berbuat apa yang berkenan, dan intim dengan Dia, kita akan memberikan warisan rohani yang baik, sungguh-sungguh hidup dalam rencana Tuhan, menerima pengurapan & perlindungan dari-Nya, mengubah atmosfer sekitar, dan Dia sendiri yang memegang kendali penuh atas masa depan serta kehidupan kita.

"Demikian hal kamu sekarang harus menyerahkan anggota-anggota tubuhmu menjadi hamba kebenaran yang membawa kamu kepada pengudusan" (Roma 6:19 b).

Jeremy Taylor, seorang hamba Tuhan pernah berkata, "Let my body be a servant of my spirit, and both body and spirit servants of Jesus (Kiranya tubuhku menjadi hamba bagi rohku, kiranya tubuh serta rohku menjadi hamba bagi Yesus)."

Tetaplah kerjakan keselamatanmu.