Edisi Natal

Integrity Magazine Edisi 33

Editor's Note

Shalom,

Sungguhkah kita mempunyai hati bagi generasi? Mungkin tak banyak orang yang memiliki kepedulian seperti itu.

Di Perjanjian Lama, Musa, Yosua, dan Kaleb mau berdiri bagi bangsanya, Israel. Daud pun melakukan kehendak Allah pada zamannya dan berpesan, "Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju (1 Raj. 2:2-3)."

Salomo berpesan juga, "Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat (Pengk. 12:13-14)."

Di Perjanjian Baru, ada seorang perempuan Samaria bersaksi tentang Dia kepada orang-orang di sekitarnya (Yoh. 4:1-42). Kemudian, ada juga seorang anak kecil memberi bekalnya berupa 5 roti dan 2 ikan kepada Tuhan Yesus untuk menjadi berkat bagi ribuan orang (Yoh. 6:9). Pendek kata, mereka peduli terhadap generasi.

Perbuatan signifikan seperti apa yang kita lakukan pada zaman ini supaya menjadi warisan berharga bagi generasi-generasi yang akan datang?

Semoga kita pun menjadi generasi yang dipakai oleh Tuhan secara luar biasa dan peduli generasi. Kiranya nama Tuhan dimuliakan—bukan hanya di generasi dulu dan yang ada saat ini, melainkan di banyak generasi mendatang juga. Dan sampai selama-lamanya.

Gembala GBI CK7 dan segenap tim redaksi majalah Integrity mengucapkan selamat merayakan Hari Natal 2016 dan menyambut Tahun Baru 2017.